Saturday, November 30, 2013

Jangan Terlalu Respek Terhadap Barcelona!

Bicara sepak bola saat ini tentu tidak lepas dari peran besar Blaugrana, Barcelona adalah salah satu Klub terbaik di dunia saat ini dan sangat susah untuk bilang tidak!




Barcelona mengubah sepak bola menjadi lebih berarti, "Mes Que Un Club" atau dalam bahasa Indonesia berarti "lebih dari sekedar klub". Sepak bola ala Barca bukan hanya tentang bola, lapangan, gawang, penonton, income club, dan masyarakat Catalan sendiri.

Ini tentu tak lepas dari sejarah Catalonia, Sejak dulu orang-orang catalonia ini menganggap diri mereka bukan bagian dari Spanyol, dan merupakan bangsa yang berada di bawah “penjajahan” Spanyol. Franco melarang penggunaan bendera dan bahasa daerah Catalan. FC Barcelona kemudian menjadi satu-satunya tempat dimana sekumpulan besar orang dapat berkumpul dan berbicara dalam bahasa daerah mereka. Warna biru dan merah, Barcelona menjadi pengganti yang mudah dipahami dari warna merah dan kuning (bendera) Catalonia.

Franco kemudian bertindak lebih jauh. Josep Suñol, Presiden Barcelona waktu itu, dibunuh oleh pihak militer pada tahun 1936, dan sebuah bom dijatuhkan di FC Barcelona Social Club pada tahun 1938. Di lapangan sepakbola, titik nadir permusuhan ini terjadi pada tahun 1941ketika para pemain Barcelona “diinstruksikan” (dibawah ancaman militer) untuk kalah dari Real Madrid. Barcelona kalah dan gawang mereka kemasukan 11 gol dari Real Madrid. Sebagaibentuk protes, Barcelona bermain serius dalam 1 serangan dan mencetak 1 gol. Skor akhir 11-1, dan 1 gol itu membuat Franco kesal. Kiper Barcelona kemudian dijatuhi tuduhan “pengaturan pertandingan” dan dilarang untuk bermain sepakbola lagi seumur hidupnya.

Sejak saat itu FC Barcelona menjadi semacam klub “anti-franco” dan menjadi simbol perlawanan Catalonia terhadap Franco, dan secara umum, terhadap Spanyol. Athletic Bilbao sampai saat ini tetap pada idealismenya untuk hanya merekrut pemain-pemain asli Basque, tetapi dari segi prestasi tidak sementereng Barcelona walaupun sama-sama merupakan klub yang belum pernah terdegradasi, dan penguasa Copa del Rey. Sementara yang dijadikan simbol musuh, tentu saja, adalah klub kesayangan Franco yang bermarkas di ibukota Spanyol, Real Madrid CF.

Sebagai sebuah simbol perlawanan, kultur dan karakter Barcelona kemudian terbentuk dengan sendirinya. Siapapun pelatihnya, dan gaya apapun yang dipakai, karakternya hanya satu: Menyerang!. Sebagai penyerang, Barcelona bermaksud untuk mendobrak dominasi Real Madrid (dan bagi orang Catalonia, mendobrak dominasi Spanyol). Untuk itulah Barcelona pantang bermain bertahan, karena itu adalah simbol ketakutan. Kalah atau menang adalah hal biasa. Tapi keberanian memegang karakter, itulah yang menjadi simbol perlawanan.

Dalam misi kemanusian Barcelona mungkin saat ini adalah klub paling rajin, tercatat mereka bekerja sama dengan UNICEF di tahun 2006, yang perlu diingat adalah logo UNICEF yang terpajang pada kaos Barcelona Musim 2006/2007 - 2010/2011 mereka malah menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk disumbangkan ke UNICEF.

Pada musim 2011/2012 akhirnya Barcelona baru bekerja sama dengan sponsor asal Qatar yaitu Qatar Foundation yang saat ini terpajang pada Jersey baru mereka yang lebih solid. Barcelona terus melebarkan sayap dan menegaskan pengaruh mereka dalam peran kemanusiaan, setelah menjalin kerja sama dengan pendiri Microsoft, Bill Gates dalam usaha memerangi penyakitpolio pada beberapa bulan yang lalu.

Jiwa besar Barcelona untuk kemanusiaan inilah yang akhirnya membuat semua orang Respect terhadap Xavi Hernandez dkk tersebut. Tercatat hampir setiap hari info sepak bola baik media cetak maupun elektronik membicarakan Barcelona. Hal ini juga sering kita jumpai saat Barcelona bertanding, bagaimana wasit sangat melindungi pemain Barcelona, wasit sangat menghormati Barcelona, rating hak siar mereka juga sangat tinggi.



Judul diatas mungkin salah satu tips untuk bisa mengalahkan Blaugrana.
So, jangan terlalu respect terhadap Barcelona :)

No comments:

Post a Comment