Walaupun Guti Hernandez pernah memperkuat Real Madrid selama 15
tahun, (notabene rival abadi Barcelona) ia tak sependapat dengan
tudingan negatif yang ditujukan kepada anak asuh Pep Guardiola tersebut.
Salah satu mantan gelandang terbaik Spanyol, Guti Hernandez tak
setuju dengan tudingan beberapa pihak bahwa sukses Barcelona dalam tiga
tahun ke belakang adalah berkat bantuan wasit.
Dalam perjalanan
menggapai mahkota Liga Champions musim lalu, Arsenal sempat mengecam
keras kepemimpinan wasit Massimo Busacca yang mengusir Robin van Persie
secara kontroversial di Camp Nou. Dalam duel 2nd leg perdelapan-final itu, The Gunners tunduk 3-1 dan tersingkir 4-3 secara agregat.
Di semi-final,
giliran Real Madrid yang tak terima dengan kartu merah langsung untuk
Pepe setelah menerjang Daniel Alves pada pertemuan pertama di Santiago
Bernabeu, di mana sang tuan rumah akhirnya tumbang 2-0.
Usai pertandingan
tersebut, pelatih Madrid, Jose Mourinho, lantas mengungkit-ungkit pula
kejadian di masa lampau, yakni waktu Inter Milan juga mesti bermain
dengan sepuluh orang di semi-final leg II edisi 2009/10 gara-gara Thiago Motta dikeluarkan.
The Special One bahkan menuduh Barcelona sebagai anak emas UEFA. Logo UNICEF yang menempel di dada seragam Los Blaugrana pun ditudingnya turut berandil.
Namun, walaupun punya latar belakang 15 tahun memperkuat Los Merengues,
notabene musuh tersengit El Barca, sebelum hijrah ke Besiktas tahun
lalu, Guti tak sependapat dengan anggapan negatif tersebut.
"Sukses Barcelona didapat karena kualitas luar biasa yang mereka miliki dan bukan disebabkan kinerja wasit," cetusnya kepada Ona FM.
Pemain veteran berusia 34 tahun ini juga menyampaikan komentar positif dua andalan Barcelona, Lionel Messi dan Xavi Hernandez.
"Saya
amat mengagumi Lionel Messi. Bagi saya, dia adalah pemain terbaik di
dunia dan dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihatnya menjadi
yang terbaik dalam sejarah sepakbola."
"Xavi adalah kawan baik saya dan menurut saya dia merupakan gelandang tengah terbaik di dunia," kata Guti.
Tak hanya itu, dia bahkan cukup berani mengatakan 'ada nilai' dari Mourinho yang tak selaras dengan Real Madrid. Pria yang kini bermain untuk Besiktas itu beropini Mourinho tidak senilai dengan lembar-lembar sejarah Madrid yang nilainya begitu tinggi dan terhormat.
"Ada beberapa hal yang tidak saya suka dari dirinya (Jose Mourinho).
Salah satu prinsip utama Madrid padahal adalah kehormatan, dan
orang-orang di dalam klub tersebut harusnya seperti itu," ungkap Guti
kepada Ona FM.
"Mourinho adalah pria dengan karakter yang
kuat, yang mana akan mempertahankan apa yang ia yakini hingga mati.
Namun itu semua jelas bagus sebab tanpa hal itu Anda bakal dilahap
kejamnya dunia sepak bola,"
Tentu opini Guti ia dasarkan pada kejadian di Super Copa del Rey beberapa waktu silam, ketika The Special One yang terlihat jelas menyentuh bola mata asisten FC Barcelona Tito Vilanova.
Satu lagi penjelasan dari beberapa pemain dan pelatih tentang FC Barcelona. Sekali lagi, permainan Barca itu wajib dinikmati, bukan untuk dicaci maki (apalagi yang habis kalah). Visca Barça and no offense!


No comments:
Post a Comment