Sejak jaman awal Islam, banyak sekali
tradisi-tradisi yang dibirkan berlanjut tapi spirit (jiwa dan semangatnya)
diubah atau disesuaikan dengan nilai-nilai islam, seperti tata cara perkawinan
masyarakat Arab pra-islam banyak yang dilestarikan sekaligus diislamkan
bagian intinya. Ini yang oleh sementara ahli antrophologi budaya disebut
sebagai “islamisasi tradisi” atau “islamisasi budaya”
Dalam masyarakat jawa ada ritual atau tradisi yang
dipertahankan misalnya dalam agama islam sendiri terdapat tradisi-tradisi
seperti tahlilan, ziarah kubur, haul dan sebagainya. Kegiatan tersebut tidak
lepas dari kepercayaan-kepercayaan yang dianut oleh sebagian masyarakat jawa
khususnya masyarakat yang beragama islam.
Ø Tahlilan di lingkungan masyarakat
islam
Tahlil itu berasal dari kata hallala, yuhallilu,
tahlilan, artinya membaca kalimah la ilaha illallah. Di masyarakat jawa sendiri
berkembang pemahaman bahwa setiap ada pertemuan yang ada di dalamnya dibaca
kalimah itu biasanya dilakukan di masjid, mushola, rumah, atau lapangan.
Ø Ziarah kubur atau mengunjungi makam
Kebiasaan yang masih banyak kita lihat dan masih
dipertahankan oleh masyarakat islam jawa adalah ziarah kubur. Sudah menjadi
pemandangan umum di masyarakat kalau tidak kamis sore kadang jumat
pagi. Hal ini dilakukan karena sejak agama islam belum masuk ke jawa
masyarakat jawa pun melakukan ziarah kubur namun masih dalam kepercayaan
hindu-budha.
Ø Haul
Kata “haul” berasal dari bahasa Arab, artinya
setahun. Peringatan haul berarti peringatan genap satu tahun. Biasanya
peringatan-peringatan seperti ini kebanyakan dilakukan oleh masyarakat islam
jawa, gema haul akan lebih terasa dahsyat apabila yang meninggal itu seorang
tokoh kharismatik, ulama besar atau pendiri sebuah pesantren. Rangkaian
acaranya biasanya dapat bervariasi , adapengajian, tahlil akbar, mujahadah
musyawarah.

No comments:
Post a Comment