Ya pemain yang sering kali dianggap tidak ‘fair’ karena olah bolanya yang luar biasa dan seperti tidak ada tandingannya ini terus menerus memecahkan rekor dan mengukir sejarah. Berumur 24 tahun dia sudah menjadi topskorer utama FC Barcelona setelah mencetak trigol ke gawang Granada dan skor akhir 5-3 untuk Barça pada Maret lalu. Produktivitasnya terus meningkat setiap musim, bahkan untuk musim 2011-2012 ini (hingga awal April) saja dia sudah mencetak 55 gol, tentu hal ini lebih sulit dilakukan ketimbang aksi kakek Pele mencetak 1000 gol tetapi di liga lokal saja karena inilah sepakbola modern dan di kompetisi Eropa yang punya kualitas dan daya saing yang luar biasa kuat. Dalam waktu 57 hari saja dia bisa menciptakan 5 hattrick (sejak 22 Januari 2012) yaitu 3 gol ke gawang Malaga, 4 ke Valencia, 3 ke timnas Swiss, 5 ke Leverkusen dan 3 ke gawang Granada. Seperti tidak masuk akal seseorang yang bukan berposisi sebagai striker murni bisa sangat produktiv. Messi mempunyai gaya tersendiri dalam bermain, ketika dirinya seperti ‘sulit’ untuk mencetak gol tetapi dia tidak kehabisan nama dan setidaknya mencetak assist. Gol-gol indahnya melalui tendangan akurat, chip yang mematikan, penguasaan bola yang kuat akan selalu terkenang oleh kita. Tidak hanya dengan kaki kidalnya, tetapi Messi selalu punya cara untuk mencetak gol seperti dengan kaki kanannya, dada, kepala dan tangan! Pantaslah pemain ini mendapat penghargaan gelar pemain terbaik dunia 3 tahun berturut-turut, walaupun pada tahun ke2 sempat ada kontroversi atas kemenangannya. Tidak diragukan lagi, jika performanya terus di titik seperti ini dan berhasil membawa Barça menjadi kampiun mungkin dia akan menyabet gelar pemain terbaik dunia ke 4 secara beruntun.
Hasil survei pun menunjukan bahwa saat ini Leo Messi adalah pesepakbola dengan pendapatan terbesar di dunia, mengalahkan sang mega bintang David Beckham sekalipun. Lantas apakah dia menjadi sombong atas pencapaian semua ini? Tentu tidak, dia tetap menjadi ‘si kutu’ dan tidak suka dipanggil raja. Kehidupannya tetap seperti Messi yang dulu, hidup sederhana walaupun uang hasil keringatnya sudah melimpah. Oh ya ngomong-ngomong sederhana, tentu dia juga mempunyai selebrasi gol yang juga sederhana. Setelah mencetak 5, ya lima gol ke gawang Leverkusen apa yang dia lakukan? Cukup mencium jari telunjuk dan mengangkatnya ke udara, bukti bahwa dia selalu mengingat setinggi apapun pasti ada yang lebih tinggi dari dirinya. Bayangkan dengan selebrasi dengan Cristina Ronaldo, gaya selebrasi yang lagaknya seperti monster siap mencengkram, atau seperti selebrasi golnya ke gawang Osasuna pekan lalu yang menunjukkan pahanya, sungguh menjijikan dan lebay (golin pake penalti aje belagu). Wahai Cristina, kalau memang paha situ kuat, tapi kenapa kuatnya sama tim lemah doang? Por que!
Loyalitas? Jangan tanyakan loyalitas pada diri Leo Messi. Ketika ditawar cek kosong oleh Man City, ketika ditawar oleh Moratti dan Galliani apa jawaban darinya? ‘Terima kasih, saya akan berusaha tetap di Barça dan akan pensiun di klub ini’ ucapnya sambil tersenyum. Tujuan dia adalah sukses bersama tim, bukan hanya sekedar menjadi pemain termahal di dunia saja ya. Lalu bagaimana pandangan saya atas sikap publik yang selalu membandingkan si jago ‘Messi’ dengan si mahal ‘Cristina’? Coba saja bandingkan mereka berdua, bandingkan jumlah gol dan assist mereka, bandingkan penghasilan mereka, bandingkan tujuan mereka, bandingkan selebrasi gol mereka, bandingkan jumlah trofi tim maupun trofi individual mereka. Siapa yang lebih baik? Messi = sempurna.


No comments:
Post a Comment